Ciri Khas RPG Jepang alias J-RPG

Final Fantasy sebagai salah satu Game RPG Jepang terbaik.
Final Fantasy sebagai salah satu Game RPG Jepang terbaik.

RPG Jepang (Japanese RPG) atau yang lebih dikenal dengan sebutan J-RPG adalah sebuah cabang RPG yang diminati oleh banyak sekali gamers. Sejak diperkenalkan pertama kali tahun 80’an lewat Dragon Quest dan Final Fantasy, J-RPG mencuri hati para gamer di seluruh dunia. Saat ini banyak sekali J-RPG yang bermunculan di pasar game di seluruh dunia lengkap dengan ciri khasnya. Mulai dari The Legend of Zelda yang memamerkan aksi yang fantastis, hingga Fire Emblem yang mengandalkan Turn Based Strategy yang keren. RPG Jepang selalu berada di hati setiap gamers dan wajib dijadikan koleksi penikmat game RPG.

Ternyata, J-RPG menghadirkan pendekatan permainan yang berbeda dari RPG Barat. Selain hadirnya sitem leveling dan kebebasan pengelolaan karakter sebagai elemen utama, terdapat aspek-aspek kental yang dimiliki oleh J-RPG. Seperti karakter yang dimainkan, mekanisme gameplay, battle system, pembawaan cerita, dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah beberapa ciri khas seputar J-RPG yang perlu untuk kamu tahu! Here we go!

Ciri Khas Japanese RPG

Pembawaan Cerita RPG Jepang

Cerita yang dipakai pada J-RPG kebanyakan jalan sudah diatur oleh developer dan tidak bisa diubah lagi. Pada dasarnya, alur cerita JRPG memiliki tema yang sama: Mengisahkan sekelompok orang yang terdiri dari jagoan dan teman-temannya yang memiliki misi menyelamatkan dunia dari kejahatan. Biasanya tokoh utama J-RPG memiliki latar belakang seorang yatim piatu yang ternyata mengetahui bahwa saudara
atau ayahnya adalah musuh yang ia lawan selama ini seiring berjalannya cerita atau dia yang dipilih untuk menyelamatkan dunia dari kejahatan.

https://wallpapercave.com/wp/wp3508523.jpg
Plot RPG Jepang Pada umumnya adalah pertempuran kebaikan melawan kejahatan.

J-RPG juga jarang sekali menampilkan keputusan yang akan mempengaruhi jalan cerita tersebut dan cenderung linear. Walau demikian, ada juga game J-RPG yang cenderung menghadirkan storyline yang memiliki jalan cerita bercabang seperti Chrono Trigger ataupun Romancing SaGa.

Tidak jarang J-RPG juga menyisipkan comic relief atau humor yang menambah nilai dari sebuah game atau bahkan ada game J-RPG yang memiliki unsur comic relief yang jauh lebih dominan dibanding gameplay-nya.

Sang Protagonis

Cloud Strife sebagai salah satu Main Chara di game Final Fantasy 7
Cloud Strife sebagai salah satu Main Chara di game Final Fantasy 7

Protagonis pada RPG Jepang cenderung ‘Siap Saji’. Artinya, kita akan memainkan sesosok karakter yang sudah disiapkan oleh developer beserta storyline yang akan ditempuh. Hal ini secara tidak langsung membuat J-RPG menghadirkan alur cerita yang linear. Kita ambil contoh Final Fantasy 7 dimana hero pada game ini adalah Cloud Strife, dimana dalam game-nya kita cukup mengelola perkembangan sang karakter sekaligus mengikuti alur cerita yang disajikan.

Grafis RPG Jepang

Tales of Abyss dengan grafis 2D ala Anime dan Manga
Tales of Abyss dengan grafis 2D ala Anime dan Manga

Grafis pada J-RPG mungkin dipengaruhi oleh budaya anime yang sangat populer di seluruh dunia. Mulai karakter-karakter 2D maupun 3D dengan rambut yang beragam warna, heroine yang bohay dan kawaii, hingga karakter cowok yang tampan. Latar tempat yang disajikan di J-RPG sarat dengan elemen fantasi yang di luar logika (istana di atas awan). Hal ini tidak berlaku untuk J-RPG seperti Dark Souls dimana temanya bertema fantasi abad pertengahan yang cenderung edgy dan realistis.

Para Heroine di game Cyberdimension Neptunia Four Goddesses Online
Para Heroine di game Cyberdimension Neptunia Four Goddesses Online

J-RPG juga lebih berani hadirin fanservice di dalam game-nya yang dapat menggaet gamer cowok kesepian. Siapa sih yang gak suka sama body heroine game yang molek ketika menggunakan pakaian ketat? Atau gadis loli yang saking imutnya bikin kita nyubit pipinya? Atau momen saat kita (gak sengaja) ngintip celana dalam yang dipakai heroine (maaf) saat kita mainin game-nya?

Fanservice pada Game RPG Jepang
Mbak, pantsu-nya kelihatan, mbak!

Untuk efek khusus yang ditawarkan J-RPG pada pertempuran ataupun cutscene, efek khusus yang disajikan J-RPG membuat mata kita kayak dimanjain ama visual efek yang bikin kita bilang ‘Wow’ saat kita memainkannya

Spesial efek yang memukai pada Game Tales of Berseria bikin kita betah mainin game-nya sampai berjam-jam.
Spesial efek yang memukai pada Game Tales of Berseria bikin kita betah mainin game-nya sampai berjam-jam.

Mekanisme Gameplay

Storyline RPG Jepang yang linear secara tidak langsung menghadirkan latar tempat yang lebih kecil seperti dungeon, kota ataupun tempat lainnya dengan aksesbilitas yang lebih terbatas. Aktifitas sampingan yang dihadirkan J-RPG cenderung terbatas dalam menghadirkan backstory dan lebih berfokus pada pemberian reward yang bermanfaat untuk pengembangan karakter. Hal inilah yang membuat game-game J-RPG perlu melakukan Grinding untuk memperkuat karakternya. Contohnya pada game Final Fantasy XII, dimana kita dapat berburu monster-monster langka untuk memperoleh EXP tambahan, Gil/Uang, atau bahkan senjata langka. Beberapa Hunt bahkan lebih sulit daripada final boss-nya.

Di Final Fantasy 10, ada juga lho hunt yang lebih susah daripada final boss-nya.
Di Final Fantasy 10, ada juga lho hunt yang lebih susah daripada final boss-nya.

Untuk system class-nya setiap karakter sudah diatur oleh developer dan pemian tidak diberi kebebasan kita untuk mengganti kelas awal kita. Tentu saja dengan role yang berbeda pula. Meski begitu terkadang kita bisa mengganti Class atau upgrade class di tengah-tengah permainan. Ambil contoh Final Fantasy 3 dimana kita bisa mengganti class keempat tokoh kita yang jumlahnya mencapai 32 class yang bisa kita pilih. Atau Game Trials of Mana alias Seiken Densetsu 3 dimana kita mengharuskan untuk upgrade class hero kita ke tingkat yang lebih tinggi agar bisa menyelesaikan dungeon yang lebih sulit.

Pergantian/Upgrade Class pada salah satu karakter di Game RPG Jepang Trials of Mana.
Pergantian/Upgrade Class pada salah satu karakter di Game RPG Jepang Trials of Mana.

Battle System RPG Jepang

Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1987, battle system yang ditawarkan pada J-RPG adalah turn-based atau Wait-and-see. Yaitu, sistem pertarungan bergilir dimana player dan musuh saling serang secara bergantian. Sistem pengambilan gilirannya dipengaruhi oleh kecepatan (Agility) dimana yang mempunyai agility terbanyak dialah yang mendapat giliran. Contohnya Dragon Quest.

Sistem Pertempuran Dragon Quest 11 yang mengharuskan pemain dan musuh saling gebuk secara bergantian.
Sistem Pertempuran Dragon Quest 11 yang mengharuskan pemain dan musuh saling gebuk secara bergantian.

Seiring perkembangannya, Turn Based System selalu melalui inovasi mulai sehingga battle system J-RPG lebih dari sekedar menunggu giliran untuk bergerak dan menyerang. Mulai dari Active Time Bar dimana karakter yang ATB-nya penuh duluan akan menyerang lebih dulu. Fitur combo yang dapat hasilin serangan yang keren dan mematikan. Malahan kita bisa bertempur dengan musuh langsung di peta, tentu saja dalam pertarungan yang Turn Based kayak Chrono Trigger.

Battle system Chrono Trigger.
Battle system Chrono Trigger.

Bahkan, ada juga J-RPG kayak The Legend of Zelda dan Tales of yang pake Action Battle System sebagai sistem pertempuran dimana ini ngandalin unsur refleks, kecepatan, serta keluwesan kita untuk ngalahin musuh kita.

Tales of Vesperia yang mengandalkan sistem pertempuran penuh aksi yang melatih ketangkasan gamer.
Tales of Vesperia yang mengandalkan sistem pertempuran penuh aksi yang melatih ketangkasan gamer.

Epilogue

Sekian ciri khas J-RPG yang membuatnya berbeda dengan RPG Barat yang cenderung realistis. Semoga apa yang saya share di blog ini bermanfaat bagi kita semua. Komentar dari kalian akan memotivasi saya untuk menulis lebih banyak. Oke wes sugeng dalu.

Sumber

5 Hal yang Membedakan Genre Game RPG dengan JRPG – Gamebrott.com
Western RPG vs Japan RPG – Duniaku.com

Penjelasan dan Jenis-jenis Game Engine

Penjelasan dan Jenis-jenis Game Engine – Game Engine adalah sebuah software yang dipakai untuk membuat game. Fungsinya adalah rendering gambar 2D atau 3D, physics engine, pengaturan audio, pemrograman, pembuatan animasi game, kecerdasan buatan alias A.I, networking, streaming, pengaturan memori, dukungan lokalisasi, hingga pengaturan gambar. Sebuah game engine bisa bikin berbagai macam genre game dan melakukan porting pada konsol lain lho, guys…

Jenis-Jenis Game Engine

Menurut Ward dalam GameCareerGuide.com (2008), game engine dibagi dalam tiga jenis, yaitu:

Roll-your-Own Game Engine

Roll-your-Own Game Engine adalah jenis dimana game developer merancang sendiri game engine-nya dengan menggunakan Application Programming Interface seperti XNA, Directx dan OpenGL . Ia biasanya dipakai oleh banyak studio game indie untuk bikin game. Keunggulannya adalah fleksibel dimana ia memungkinkan pengembang untuk mengimplementasikan komponen mereka sendiri dengan bebas. Sayangnya, Game engine ini memiliki kelemahan yaitu waktu pengembangan yang lama dan game engine yang dibuat dapat menyerang balik perancangnya. Contoh game engine yang masuk kategori Roll-your-Own adalah RE Engine buatan Capcom yang dipakai dalam game Resident Evil 7 Biohazard.

RE Engine buatan Capcom yang merupakan Roll-your-Own Game Engine

Resident Evil 7 Biohazard dibuat menggunakan RE Engine.

Mostly Ready

Mostly Ready Game Engine adalah engine yang siap dipakai secara langsung pada pengembangan yang meliputi rendering, input, Antarmuka GUI, physics, dan lain sebagainya. Kebanyakan bahkan memiliki engine sendiri sehingga bisa langsung merancang game dengan beberapa pemrograman. Namun, ia punya kelemahan yaitu penggunaan relatif terbatas dibandingkan membuat game engine sendiri. Contoh game engine yang  masuk kedalam kategori ini adalah Unreal Engine.

Unreal Engine merupakan game engine yang bisa langsung dipakai.

Point-and-Click

Point-and-Click game engine merupakan game engine yang hanya membutuhkan klik mouse dengan sedikit atau bahkan tanpa pemrograman yang rumit sama sekali. Kelebihannya adalah memiliki tampilan yang user friendly sehingga membantu game developer awam untuk membuat game-nya sendiri dengan mudah dan cepat. Kekurangannya adalah pemakaiannya yang sangat terbatas pada genre tertentu saja. Namun, bukan berarti game engine ini tidak berguna. Di tangan game developer yang cerdas dan kreatif, sebuah game yang bagus bisa dibuat memakai genre yang lain dengan batasan yang ada. Contoh game engine yang masuk ke dalam kategori ini adalah Torque Game engine, Unity 3D, dan RPG Maker.

Unity merupakan game engine yang masuk kategori Point-and-Click Game Engine

Contoh lain dari Game Engine berjenis Point-and-Click adalah RPG Maker

Ending

Sekarang kita sudah belajar  mengenai jenis-jenis game engine. Semoga ilmu yang gw share ini bermanfaat bagi kita semua.

Rating Game. Apa sajakah itu?

Sumber: Freepik

Rating game biasanya gak terlalu diperhatikan oleh gamers. Padahal,rating game sangat penting untuk batasan umur bagi yang ingin memainkannya. Celakanya, ada aja gamers yang belum cukup umur memainkan game yang seharusnya tidak boleh dimainkan oleh anak kecil.

Elu tahu game Grand Theft Auto San Andreas? Game ini sempat populer khususnya di Indonesia sejak SMP. Setiap hari banyak anak-anak SD dan SMP pergi ke rental PS2 sepulang sekolah untuk mainin game fenomenal ini. Waktu itu gw juga senang memainkan game ini meski tidak selalu. Padahal, seperti yang kita tahu, GTA selalu menampilkan kekerasan yang berdarah-darah, bunuh-bunuhan yang seharusnya gak cocok untuk anak kecil dan lebih cocok untuk anak 17+ tahun.

Pada artikel kali ini kita akan membahas rating game. Seperti halnya film, game memiliki batasan usia minimal yang diperbolehkan untuk memainkannya.  Ada game yang cocok buat anak kecil, ada game yang cocok untuk remaja, hingga ada game yang pas buat orang dewasa.

Sistem rating gak cuma sekedar panduan umur minimal saja lho…Bagi pengembang game, sistem rating berguna untuk mengetahui game apa yang sedang dikembangkan dan  sasarannya adalah pemain berusia berapa .(Jasson, 2013)

Sistem rating yang dipakai adalah ESRB atau Entertainment System Rating Board. Sistem ini dirancang untuk menyediakan informasi tentang isi dari game tersebut. ESRB biasanya ditunjukkan di dua bagian cover CD Box game. Bagian depan cover game berupa simbol rating yang terdapat di pojok kiri bawah. Sedangkan pada bagian belakang cover game berupa deskripsi konten-konten yang terdapat dalam game.

 

Rating game pada cover sebuah permainan.
Rating game pada cover sebuah permainan

Berikut ini adalah pembagian rating berdasarkan kategori umur mulai umur terendah hingga paling  tinggi.

Jenis-jenis Rating Game

Rating  Pending (RP)

Kalau game-nya masih trailer dan/atau belum dirilis resmi, gunakan rating ini.
Rating Pending

Biasanya Rating  ini digunakan untuk game yang masih belum dirilis secara resmi atau masih trailer.

Early Childhood (EC)

Early Childhood untuk anak diatas 3 tahun
Early Childhood

Rating ini dikhususkan untuk  game yang cocok untuk anak 3 tahun ke atas. Pada game berating ini, tidak ada konten yang perlu dikhawatirkan oleh orang tua.

Contoh game-nya adalah Care Bears: Care Quest, Sesame Street: A to Zoo Adventure, dan Blues Clues: Blues Alphabet Book.

Game Sesame Street A-To-Zoo-Adventure yang berating Early Childhood
Sesame Street A-To-Zoo-Adventure

Everyone (E)

Everyone untuk anak diatas 6 tahun hingga orang dewasa
Everyone

Rating ini dikhususkan untuk  game yang cocok untuk anak yang usianya mulai 6 tahun. Game berating Everyone mengadung kekerasan ringan, mengandung unsur kartun, bahasa yang ringan, dan tema yang halus. Contoh game yang memiliki rating ini adalah Game-game sepak bola seperti Winning Eleven, Pro Evolution Soccer, FIFA

Salah satu game berating Everyone. FIFA 17
FIFA 17

Everyone 10+ (E10+)

Anak 10 tahun atau lebih memainkan game yang rating-nya Everyone 10+
Everyone 10+

Rating ini dikhususkan untuk   anak yang usianya mulai 10 tahun keatas. Rating ini mengandung kekerasan yang sedikit diatas Everyone. Contoh game-nya adalah Minecraft.

Minecraft memiliki rating Everyone 10+
Minecraft

Teen (T)

Rating 'Teen' paling cocok untuk remaja.
Teen

Sesuai namanya, Teen ditujukan untuk pemain remaja yang usianya antara 13 sampai 18 tahun. Rating Teen mengandung beberapa kekerasan, humor kasar, bahasa yang kasar tapi gak seintens Mature, dan tema sugestif. Kebanyakan game RPG seperti Final Fantasy menggunakan rating ini karena game-game ini mengandung unsur romance/percintaan di dalamnya.

Game Final Fantasy X-2 yang berating 'T'
Final Fantasy X-2

Mature (M)

Untuk game berunsur kekerasan, darah, dan mutilasi paling cocok dikasih rating 'M'.
Mature 17+

Rating ini dikhususkan untuk  pemain berusia 17 tahun ke atas. Ia memiliki unsur kekerasan, darah, bahasa yang lebih kasar dari Teen, tema yang cukup kompleks, dan eksploitasi seksual yang ringan. Franchise Grand Theft Auto biasanya menggunakan ini untuk semua game-nya.

Game GTA San Andreas Memiliki Rating 'M' karena kekerasannya yang berdarah-darah
Grand Theft Auto San Andreas

Adults Only (AO)

Game bergenre 'Adults Only 18+' tidak cocok untuk mereka yang dibawah umur.
Adults Only 18+

Seperti namanya, Adults Only ditujukan untuk gamer dewasa yang umurnya di atas 21 tahun. AO mengandung unsur kekerasan eksplisit, gore, bahasa yang sangat kasar, tema yang kompleks dan tentu saja pornografi. Contohnya adalah Manhunt 2, Singles, dan hampir semua Eroge.

Manhunt 2 versi Uncut rating-nya 'Adults Only 18+'
Manhunt 2 versi PC

Deskripsi konten game.

Setelah kita mengenal simbol rating, saatnya mengenal deskripsi konten yang ada di dalam game. Biasanya, pihak ESRB meninjau lebih lanjut game yang hendak dirilis. Ini nyangkut apakah ada unsur kekerasan dan porno-nya, seberapa intens konten-kontennya, seberapa kasar bahasanya, dan lain-lain. Setelah ditinjau, ESRB akan mengumumkan rating-nya. Copas dari artikel sebelah, inilah daftar konten yang ada di ESRB.

Alcohol Reference

Munculnya minuman tidak beralkohol dalam game (E, E10+, T)

Animated Blood

Warna darah yang berbeda (E10+, T)

Blood

Munculnya darah (T, M)

Blood and Gore

Mutilasi dan potongan tubuh (M, Ao)

Cartoon Violence

Kekerasan kartun (E, E10+, T)

Comic Mischief

Dialog yang seperti di komik (E, E10+, T)

Crude Humor

Humor yang “agak menjurus” (E10+, T, M)

Drug Reference

Referensi obat-obatan terlarang dalam game (M, Ao)

Edutainment

Unsur pendidikan yang terdapat dalam game (Ec, E, E10+)

Fantasy Violence

Kekerasan fantasi, misalnya antara manusia melawan monster atau alien (E, E10+, T)

Gambling

Perjudian, pertaruhan (M, Ao)

Intense Violence

Gambar kekerasan dan darah yang realistis dan terus-menerus (M, Ao)

Mature Humor

Humor yang “lebih menjurus” (M, Ao)

Mild Language

Bahasa kasar ringan (E10+, T, M)

Mild Lyrics

Lirik musik mengandung kata-kata kasar yang ringan (E10+, T, M)

Mild Violence

Kekerasan ringan (E, E10+, T)

Nudity

Gambar ketelanjangan (M, Ao)

Partial Nudity

Gambar ketelanjangan sebagian (T, M, Ao)

Real Gambling

Perjudian atau pertaruhan yang nyata, biasanya dengan uang asli secara online (Ao)

Sexual Themes

Tema seksual yang mendalam, mengarah ke pornografi (M, Ao)

Sexual Violence

Adanya pemerkosaan atau kekerasan seksual (Ao)

Simulated Gambling

Perjudian secara simulasi dengan uang mainan (T, M, Ao)

Some Adult Assistance May Be Needed

Perlu bimbingan orang tua (Ec, E)

Strong Language

Bahasa kasar berat (M, Ao)

Strong Lyrics

Lirik yang mengandung bahasa kasar (M, Ao)

Strong Sexual Content

Pornografi secara terang-terangan (Ao)

Suggestive Themes

Tema yang memprovokasi pemain secara ringan (T, M, Ao)

Tobacco Reference

Terdapat gambar tembakau atau rokok dalam game (T, M, Ao)

Use of Drugs

Pemakaian obat-obatan terlarang dalam game (M, Ao)

Use of Alcohol

Penggunaan alkohol dalam game (M, Ao)

Use of Tobacco

Konsumsi produk tembakau dalam game (T, M, Ao)

Violence

Kekerasan (E10+, T, M, Ao)

Epilog

Sekian untuk artikel ini, semoga sebagai gamer cerdas bisa mengerti game seperti apa yang cocok untuk kita dan anak-anak kita. Dan bagi game developer semoga bisa menjadi acuan buat ngembangin game yang cocok untuk calon audiens. Oke deh sugeng sonten.

Bonus Meme

Sumber; 1CAK

Sumber

Jasson. 2013. [Kuliah Om Jas] Apa itu Rating Game?. https://duniaku.idntimes.com/game/konsol-pc/jasson-prestiliano/kuliah-om-jas-apa-itu-rating-game. Duniaku. Diakses tanggal 16 Januari 2020.

Membahas Jenis-Jenis Genre Game

Kali ini kita akan membahas genre game yang ada di pasaran. Ada banyak  game yang tersedia di pasaran. Setiap game-nya memiliki genre mereka masing-masing. Ada yang genre-nya Action, Adventure, RPG, RTS, dan masih banyak lagi. Apa saja sih genre game yang tersedia? Yuk, bahas  lebih lanjut dengan  artikel  pertama  kita! Let’s go!

Game Action

Action merupakan jenis permainan menekankan kecepatan tangan dan kemampuan refleks pada pemain. Jenis permainan ini merupakan salah satu jenis yang banyak diminati para gamer. Jenis ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Yaitu First Person Shooter, Beat‘Em Up, Fighting, Third Person Action, dan Shoot em Up

First Person Shooter

Jenis permainan ini mengharuskan pemain menembaki musuh dan menyelesaikan suatu misi tertentu kayak membunuh musuh sebanyak mungkin, mengambil alih daerah musuh, menghabisi semua pemain lawan, dan lain-lain. Ciri khasnya adalah sudut pandang kamera menggunakan sudut pandang orang pertama. Jadi, pemain seolah-olah berada dalam suasana baku tembak. Contoh permainan yang menggunakan genre seperti ini adalah Point Blank, Counter Strike, Call of Duty, Dll.

Point Blank merupakan salah satu game FPS online yang diminati
Point Blank

Beat ‘Em Up

Jenis ini memfokuskan pemain agar berjalan ke suatu tempat sambil  bertempur melawan musuh yang berjumlah banyak. Biasanya beat ‘em up fokus pada pertarungan tangan kosong. Contohnya Double Dragon, Street of Rage. Variasi dari jenis ini adalah Hack and Slash atau Tusuk dan Bacok. Kayak Beat ‘em up, cuma lebih fokus pada penggunaan pedang, kapak, dll. Contohnya Golden Axe, God of War, Dynasty Warriors, dll.

Street of Rage
Dynasty Warriors merupakan salah satu contoh game Hack and Slash
Dynasty Warriors

Fighting

Fighting atau tarung merupakan genre dimana pemain bertarung satu lawan satu, entah lawannya berupa komputer atau pemain lain. Genre ini biasanya dimainkan dengan memasukan berbagai kombinasi tombol untuk bertarung. Contoh permainan yang masuk ke dalam jenis ini adalah Street Fighter, King of Fighter, Mortal Kombat, Tekken, dll.

Tekken merupakan contoh game fighting
Tekken

Third Person Adventure

Ciri khas dari jenis game ini adalah penggunaan sudut pandang  orang ketiga dalam permainan. Jadi, gerakan aksi suatu karakter yang dikendalikan oleh pemain terlihat dengan jelas. Contoh game yang masuk ke dalam genre ini adalah Tomb Raider, Splinter Cell, Metal Gear Solid, Prince of Persia, dll.

Tomb Raider

Shoot ’em up

Jenis permainan ini memfokuskan pada pertempuran udara atau luar angkasa dimana pemain menghancurkan musuh-musuh yang berbentuk pesawat atau jenis lain. Biasanya musuh muncul dari berbagai arah dan muncul dalam jumlah banyak. Pemain harus menghancurkan musuh sebanyak-banyaknya sambil menghindari tembakan-tembakan musuh yang berusaha untuk menjatuhkan pesawat milik pemain dan bertahan hingga menuju titik akhir dari suatu level. Contoh game Shoot Em Up yang terkenal adalah Raiden dan 1942 .

Salah satu game Shoot 'em up yang fenomenal pada tahun '80'-an, 1942
1942

Strategy

Strategy adalah jenis permainan yang mengharuskan pemain berpikir cepat dalam mengambil sebuah tindakan dan diperlukan sebuah strategi sebelum memulai permainan (Christiantho, 2017). Game Strategy memiliki berbagai macam sub genre seperti :

Turn Based Strategy

Jenis game ini menggunakan sistem seperti catur dimana masing-masing pemain mempunyai giliran sendiri-sendiri dalam menyusun strategi  seperti menggerakan pion/pasukan, mengatur bangunan, dan menyerang pemain lain. Kemampuan pemain dalam berpikir cermat dalam menyusun strategi merupakan poin penting dalam permainan ini. Contoh  game yang memiliki jenis ini adalah Civilization, X-COM, Fire Emblem, Super Robot Wars, Final Fantasy Tactics, dan lain-lain.

Civilization merupakan salah satu game bergenre Turn Based Strategy
Civilization

Real Time Strategy

Real Time Strategy menekankan pemain pada kecepatan berpikir sekaligus menyusun strategi. Pemain diberi dana dan sumber daya terbatas sebagai modal awal, kemudian pemain menambah sumber dayanya yang akan dipakai untuk membangun rumah, bangunan, benteng, melatih pasukan untuk menyerang wilayah musuh, dan membangun menara untuk mempertahankan wilayahnya dari serangan musuh. Contoh  game yang masuk ke jenis ini adalah Warcraft, Starcraft, Age of Empires, Stronghold Crusaders, Command and Conquer, dan lain-lain.

Contoh game RTS, Age of Empires
Age of Empires 3

Tower Defense

Tower Defense atau pertahanan benteng merupakan jenis permainan yang mengharuskan pemain mempertahankan pangkalannya dari serbuan musuh Pemain diberi uang terbatas. Dengan uang tersebut, mereka membangun menara-menara yang digunakan untuk mempertahankan benteng dari serangan musuh. Pemain mendapatkan uang dengan cara  menghancurkan musuh-musuh yang muncul dari satu titik melalui suatu rute. Contoh game yang masuk ke dalam Tower Defense adalah Plants vs Zombies.

Plants VS Zombies

Adventure

Adventure menurut Christiantho (2017) merupakan jenis genre yang memiliki dasar sebuah alur cerita di dalamnya. Ketika kita memainkannya, setelah menyelesaikan sebuah event, pemain biasanya tidak dapat kembali ke event sebelumnya. Biasanya pada game adventure akan memiliki sistem efek kupu-kupu atau butterfly effects. Artinya apa yang kita pilih saat itu, akan memengaruhi peristiwa di kemudian waktu. Contoh sub genre permainan adventure adalah: Visual Novels, Interactive Movie.

Danganronpa: Trigger Happy Havoc. Salah satu game bergenre Visual Novel

Role Playing Game

Role Playing Game atau RPG Bermain Peran adalah game yang memfokuskan pemain dalam mengembakan karakter yang diperankan. Pada awalnya pemain memulai dari level terendah dan stat awal yang lemah. Kemudian pemain menggerakan karakternya untuk memperoleh pengalaman dan uang dengan cara mengalahkan monster dan menyelesaikan quest demi quest sehingga poin statistiknya akan semakin kuat baik dari segi kecepatan, kekuatan, dan kepandaian. Contoh  game yang masuk ke jenis ini adalah Dragon Quest(barat Dragon Warrior), Serial Final Fantasy, Serial The Legend of Zelda, Ultima, Skyrim, dll.

Final Fantasy 7

Simulation

Genre ini memfokuskan pada simulasi dunia nyata sesuai namanya. Jenis ini menggambarkan berbagai macam situasi yang sama dan serupa di dunia nyata. Jenis ini dibagi menjadi beberapa macam

Flight Simulator

Menurut Henry dalam buku Panduan Praktis Membuat Game 3D (2005: 49) Flight sim merupakan jenis game simulasi yang berfokus pada penerbangan dimana simulasi yang diberikan meniru kondisi yang sebenarnya, baik kondisi pesawat dan peralatannya maupun pemandangan. Contohnya adalah Microsoft Flight Simulator.

Microsoft Flight Simulator

Technical Simulator

Technical Simulator mengharuskan pemain untuk melakukan pengaturan peralatan yang akan pemain gunakan sesuai yang diinginkan pemain.  Umpamanya dalam game balap mobil pemain harus mengatur mesin,ban, turbo, dan lain-lain yang akan dipakai untuk balapan. (Jasson, 2009). Contoh game yang termasuk genre Technical Simulator adalah game Gran Turismo.

Game Technical Simulator Gran Turismo

Real Life Simulator

Jenis game ini memungkinkan pemain menjalani kehidupan seperti halnya dunia nyata. Pemain memenuhi beberapa kebutuhan-kebutuhan hidup seperti makan, mandi, buang air, tidur, dan bersenang-senang. Pemain diberikan uang awal yang terbatas, kemudian memperolehnya dengan mencari pekerjaan, bertani, dan juga menjual aneka barang. Dari uang tersebut, akan dipakai untuk membangun rumah, membeli perabotan dan peralatan, dan juga membayar tagihan. Contoh permainan yang termasuk genre simulator ini adalah The Sims.

Contoh game Real Life Simulator The Sims

Racing

Racing atau balapan merupakan jenis game yang memfokuskan pada balapan. Fokus utamanya adalah pemain yang pertama meraih garis finish, dialah pemenangnya. Contohnya adalah Need For Speed, Gran Turismo, Daytona, Ridge Racing, dan lain-lain. Genre game ini juga terkadang menambahkan fitur pemakaian power up yang membantu para pembalap untuk memenangkan perlombaan seperti Chocobo Racing, Crash  Team Racing, dan Super Mario Kart.

Need For Speed Underground

Sport

Sports atau olah raga sesuai namanya merupakan jenis permainan yang menggambarkan olah raga di dunia nyata. Biasanya permainan ini dibuat serealistis mungkin sehingga dekat dengan olah raganya dunia nyata, meski kadang ditambahkan unsur-unsur fiksi atau bahkan fantasi. Kebanyakan genre game olah raga nampilin atlet-atlet terkenal yang ada di dunia nyata. Contoh permainan yang termasuk dalam genre ini adalah permaian sepak bola Winning Eleven, Pro Evolution Soccer, FIFA, Permainan bola Basket NBL JAM, Permainan American Footbal seperti Serial Madden, Permainan Tinju Fight Night, Olahraga Papan Seluncur Tony Hawks Pro Skater, Permainan Gulat Profesional WWE Smackdown VS Raw (Sekarang serial WWE ‘2k), dan lain-lain.

Salah satu game olah raga sepak bola, FIFA 2020

Side Scrolling

Menurut Jasson dalam buku Role Playing Game (RPG) Maker (2009: 11) Side Scrolling merupakan genre game dimana pemain bergerak ke sepanjang alur permainan ke satu arah dan menyelesaikan tugasnya. Permainan ini memungkinkan pemain untuk berlari, melompat, mengendap-endap, menghindari rintangan, dan juga bertarung melawan berbagai musuh. Contoh game yang masuk ke dalam genre ini adalah Super Mario, Sonic the Hedgehog, Contra, Megaman, dan lain-lain.

Game Side Scrolling Super Mario

Puzzle

Sesuai namanya, Genre permainan ini mengharuskan pemain menggunakan kemampuan berpikir untuk memecahkan teka-teki yang ada. Biasanya tantangannya berupa menggabungkan balok hingga menjadi satu garis, mencari barang yang ada dalam suatu daftar, memindahkan balok dari satu tempat ke tempat yang telah ditentukan, menyusun gambar, memori, menjawab pertanyaan, dan lain-lain sebagainya. Contoh game yang termasuk puzzle adalah Tetris, Bejeweled, Sokoban, dan lain-lain.

Sokoban, permainan memindahkan balok ke koordinat tertentu
Sokoban
Permainaan puzzle tetris yang terkenal
Tetris
Bejeweled merupakan salah satu game Puzzle
Bejeweled

MMOG (Massive Multiplayer Online Game).

Genre ini merupakan jenis permainan yang melibatkan banyak pemain untuk bermain bersama secara daring. Fitur utamanya adalah fitur chatbox dimana pemain dapat saling berkomunikasi satu sama lain secara daring. Permainan ini memiliki banyak genre seperti MMORPG/Permainan peran daring multipemain masif seperti Ragnarok Online, MMOFPSG Atau permainan FPS daring multipemain  seperti Point Blank dan Counter Strike Online, MOBA atau Multiplayer Online Battle Area seperti DOTA, Mobile Legends, dan lain-lain.

Mobile Legends, game MOBA yang fenomenal di seluruh dunia.
Mobile Legends
Salah satu game MMORPG yang sempat fenomenal. Ragnarok Online
Ragnarok Online

Penutup

Sekian untuk artikel pertama di blog ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Oke deh sugeng dalu.

Sumber:
Henry, S. (2005). Panduan Praktis Membuat Game 3D. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Jasson. (2009). Role Playing Game (RPG) Maker. Yogyakarta: Andi Offset.
Christiantho, David. 2017. Ini 8 Jenis Genre Game dan Sub Genre-nya. https://www.inigame.id/8-jenis-genre-game-dan-sub-genre-nya/. INIGAME. Diakses tanggal 20 Desember 2017.

Follow  my social  media
Facebook Fanpage:  https://web.facebook.com/cakragamedev/
Instagram: https://www.instagram.com/cakragames/
YouTube: https://www.youtube.com/channel/UC6Pt8fwzvV9Hrp-9IPlQnag/